Seiring berkembangnya zaman, ada sebuah penemuan yang sangat mengasyikan. Robot humanoid, atau juga bisa disebut AI (Artificial Intelligence) merupakan penemuan yang menghebohkan dunia maya. Dengan AI tersebut kita dapat berkomunikasi, berinteraksi secara jelas, hingga dapat memperkerjakan sesuatu dengan terampil.
Robot-robot tersebut memiliki bentuk seperti halnya manusia, ia dibekali dengan kecerdasan buatan. Kecerdasan buatan membuat robot tersebut dapat berpikir, berkomunikasi, dan mengambil keputusan seperti halnya manusia pada umumnya. Mereka juga dapat mengerti apa yang dilakukan oleh manusia, dan juga dapat mengetahui apa yang diperintahkan oleh manusia.
BACA JUGA:
Artificial Intelligence memberikan banyak manfaat yang baik bagi pekerjaan serta meningkatkan efektivitas pekerjaan. Sistem dari robot tersebut diatur dengan kecerdasan buatan yang akan menghasilkan pekerjaan yang akurat, cepat, dan juga akan meminimalisir dari kesalahan.
Namun, robot AI yang sudah beradaptasi dan terbiasa dengan pekerjaan akan menimbulkan ketakutan, karena bisa saja ia tidak perlu lagi menjadikan manusia sebagai pengendali daripada mereka, dan mereka dan mereka berjalan dengan kehendaknya sendiri.
Maka dari itu, bapak dari AI atau juga disebut dengan Godfather of AI, Geoffrey Hinton mengundurkan diri setelah berkecimpun dengan AI di google selama lebih dari beberapa dekade. Ia mengingatkan bahwa berbahayanya AI di masa yang akan datang, ia juga menyesal dan takut akan konsekuensi kecerdasan yang ia produksi.
Produk generatif AI juga dinilai dapat menjadi alat menyebarkan informasi yang salah (misinformasi). Teks, foto, video yang keliru dan tidak sesuai faktanya akan mulai berseliweran di dunia maya. Dalam waktu singkat, produk serupa juga memiliki risiko menggantikan pekerjaan manusia, atau bahkan bisa berdampak bagi umat manusia.
BACA JUGA:
“Susah untuk mencegah aktor jahat menggunakannya (produk AI) untuk hal-hal buruk,” tambah Hinton.
“Sebenarnya saya keluar agar saya dapat membicarakan bahaya AI tanpa harus mempertimbangkan dampak kepada google. Google sudah bertindak sangat bertanggung jawab” tutupnya. Melansir dari Bharat Times, saat ini Hinton berencana akan menghabiskan waktunya untuk berdiskusi dan berbagi pandangan tentang risiko dan dampak AI kepada publik.
Kesimpulan
Jika memang kemajuan AI terus digunakan dalam kegiatan manusia sehari-hari, maka akan menimbulkan dampak negatif yang sangat bahaya. Pasalnya robot AI dapat bekerja seperti halnya manusia, ia dapat dikerjakan layaknya manusia, dengan itu maka manusia akan kurang akan pendidikan, serta mata pencaharian yang biasa dilakukannya. Itulah bahaya AI yang melebihi bahayanya bom Hiroshima Jepang.
Referensi:
Muhammad Ibnu Sa’ad, Membuat Aplikasi Menggunakan Java Netbeans, Penerbit Manggu.
Heny Pratiwi, Membuat Aplikasi Menggunakan Java Netbeans, Penerbit Manggu.
Tags: Membuat aplikasi, Teknologi
News
Berita Olahraga
News
Berita Terkini
Berita Terbaru
Berita Teknologi
Seputar Teknologi
Drama Korea
Resep Masakan
Pendidikan
Berita Terbaru
Berita Terbaru
Berita Terbaru
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.