Saat kita mengendarai motor, kita pasti pernah mengendarai motor pada jalanan yang kosong, jalanan yang rusak, jalanan yang macet, atau maslah lainnya yang berhubungan dengan menghambat atau memperlancar dalam berkendara.
BACA JUGA:
Mengendarai motor diibaratkan menjalani kehidupan di dunia. Terkadang di saat mengendarai motor, kita dihambatkan dengan jalanan yang berkelok, menanjak, juga rusak dan berbatu. Ketika kita dihadapi pada jalanan tersebut saat berkendara. Kita pasti akan mengendarai motor tersebut dengan hati-hati dan pelan, agar di saat kita mengendarainya tidak terjatuh dan mengakibatkan kerusakan pada motor, serta melukai diri kita sendiri.
Kita juga sering mengendarai motor dengan jalanan luas, jalan yang mulus, tidak berlubang, lancar, serta indah jika melihat di sekelilingnya. Dengan begitu, janganlah juga kita terlena pada hal-hal yang demikian. Sehingga, kita lupa orang lain pun sedang menikmati jalan tersebut. Sampai kita ugal-ugalan dan mencelakai diri serta orang lain. Harus ingat bahwa, kenikmatan juga terkadang membawa kita pada bahaya. Nikmatilah ketika memang sedang ada di perjalanan yang tenang, indah, dan jauh dari bahaya.
BACA JUGA:
Begitu juga kehidupan, ketika kita sedang menikmati kehidupan yang tenang. Terkadang ada saja kegelisahan dalam ketenangan tersebut. Ketenangan tersebut tidak bertahan dengan selamanya. Ketika dihadapkan pada kenyataan yang buruk, maka janganlah terburu-buru mengambil kesimpulan bahwa Allah tidak sayang kepada kita. Sabarlah menghadapi kepahitan hidup itu. Tidak akan selamanya kita terpuruk dalam kenyataan yang buruk. Begitu juga dalam mengendarai motor, tidak selamanya juga kita mengendarai motor dihadapi dengan jalanan yang rumit kan.

Hidup bagaikan mengendarai kendaraan di jalanan. Apakah semua jalanan di muka bumi ini bagus dan mulus? Tentu tidak, jalanan pasti ada yang berlubang, berkelok-kelok, menanjak, menurun, rusak, dan lainnya yang menghambat para pengendara di jalanan. Namun, ketika kita sudah melewati jalanan yang begitu buruk, kita sering lupa dengan tantangan pada jalanan buruk tersebut. Sehingga, kita menarik gas begitu kencang dan terjadilah musibah yang tak diduga-duga.
Referensi:
Devi Ganjar Musthofa, Media Pembelajaran Kreatif dan Inovatif, Penerbit Manggu.
Marwan M. Londol, Pengelolaan Karakter Mahasiswa berbasis Multi Intelegasi, Penerbit Manggu.
La Yusran La Kalamu, Pengelolaan Karakter Mahasiswa berbasis Multi Intelegasi, Penerbit Manggu.
Tags: Buku Media Pembelajaran, Ilmu pendidikan
News
Berita Olahraga
News
Berita Terkini
Berita Terbaru
Berita Teknologi
Seputar Teknologi
Drama Korea
Resep Masakan
Pendidikan
Berita Terbaru
Berita Terbaru
Berita Terbaru
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.