Pondok pesantren adalah tempat pendidikan Islam yang tersebar di Indonesia. Pondok pesantren memiliki ciri khas yaitu, mengaji kitab-kitab kuning. Disebut dengan kitab kuning karena, kertas yang dipakai pada kitab tersebut berwarna kuning. Kertas kuning tersebut dipertahankan oleh kitab tersebut hingga kini dan menjadi ciri khas dari kitab kuning.
BACA JUGA:
Pondok pesantren belajar masih dengan pembelajaran tradisional, para santri duduk di masjid atau di ruangan mengaji, sedangkan kiai duduk di atas bangku dengan meja di depan para santri. Metode tersebut masih digunakan hampir di semua pondok pesantren. Karena dengan cara tersebut, guru dapat melihat semua santri, dan santri pun melihat langsung pada gurunya, serta akan mnghasilkan interaksi yang terjadi secara maksimal.
Cara tersebut dengan konteks kesederhanaa dianggap sebagai cara yang paling efektif dan efisien dalam proses transformasi ilmu dari kiai kepada santri. Sehingga cara tersebut banyak digunakan di dalam pendidikan pondok pesantren. Di antara metode pengajaran yang sederhana yang selalu digunakan dalam pengajaran pondok pesantren (Nur Hasan, 2016:105), adalah:
- Sorogan
Metode Sorogan, memiliki arti seorang kiai mengajar santrinya yang masih berjumlah sedikit secara bergilir satu per satu. Para santri maju satu persatu untuk membaca dan menguraikan isi kitab dihadapan guru atau kiai. Pada gilirannya murid mengulangi dan menerjemahkan kata demi kata sepersis mungkin seperti apa yang diungkapkan oleh gurunya.
- Wetonan
Istilah weton berasal dari bahasa Jawa yang berarti waktu. Disebut demikian karena pengajian model ini dilakukan pada waktu-waktu tertentu, biasanya sesudah mengerjakan shalat fardlu, dilakukan seperti kuliah terbuka yang diikuti para santri. Kemudian kiai membaca, menerjemahkan, menerangkan, sekaligus mengulas kitab-kitab salaf yang menjadi acuan. Termasuk dalam pengertian weton adalah halaqah.
BACA JUGA:
- Bandungan
Metode bandungan adalah system pembelajaran yang dilakukan oleh kiai kepada santrinya. Seorang santri tidak harus mengatakan bahwa ia mengerti atau tidak tapi santri menyimak apa yang dibaca oleh kiai dan kiai akan membaca yang mudah dengan penjelasan yang sederhana.
Ketiga metode pengajaran yang telah disebutkan di atas, merupakan metode pengajaran yang pada umumnya digunakan oleh kebanyakan pondok pesantren. Metode sederhana, namun hasil yang didapatkan merupakan hasil yang efektif, produktif, dan efisien, terbukti para santri dapat menghafal kitab, dan al-Qur’an.

Daftar Pustaka
Nur Hasan. 2016. “Model Pembelajaran Berbasis Pondok Pesantren dalam Membentuk Karakter Siswa di Pondok Pesantren Rhoudotut Tholibin Rembang Jawa Tengah.” Wahana Akademika. Vol.3, No.2.
Arif Muzayin Shofwan, Penganter Studi Islam, Penerbit Manggu.
Arif Muzayin Shofwan, Pendidikan Karakter Berbasis Pesantren, Penerbit Manggu.
Tags: Pesantren, Pondok Pesantren, Sistem Pendidikan dan Pengajaran Pondok Pesantren
News
Berita Olahraga
News
Berita Terkini
Berita Terbaru
Berita Teknologi
Seputar Teknologi
Drama Korea
Resep Masakan
Pendidikan
Berita Terbaru
Berita Terbaru
Berita Terbaru
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.